Terbaru
Customer Retention CanvassingAsset Management OfficerHost LiveSenior Full Stack EngineerReporter Tekno KOMPAS.comSUPIR TAXI GREENSMStaff Penagihan LapanganPartner Growth & Enablement Executive [Papua New Guinea market]Project Finance SpecialistCustomer Retention CanvassingAsset Management OfficerHost LiveSenior Full Stack EngineerReporter Tekno KOMPAS.comSUPIR TAXI GREENSMStaff Penagihan LapanganPartner Growth & Enablement Executive [Papua New Guinea market]Project Finance Specialist
Titik Loker
Titik Loker

Panduan karier

· 8 menit baca

Tips Agar Lamaran Kerja Dilihat HRD dan Tidak Tenggelam

Strategi lamaran kerja yang menonjol di mata HRD: optimasi kata kunci ATS, waktu terbaik melamar, subjek email profesional, dan cara memanfaatkan referensi.

Satu lowongan bisa menerima ratusan lamaran dalam beberapa hari pertama. Banyak pelamar yang kualifikasinya bagus tetap gagal, bukan karena tidak kompeten, melainkan karena lamarannya tenggelam di tumpukan dan tidak pernah sampai ke tangan HRD. Bagaimana cara memastikan lamaranmu benar-benar dilihat? Berikut strateginya, dirangkum dari praktik rekrutmen yang disarankan Jobscan.

Pahami Cara Kerja ATS Sebelum Mengirim

Banyak perusahaan memakai Applicant Tracking System (ATS) yang menyortir lamaran secara otomatis sebelum dilihat manusia. Sistem ini mencocokkan CV dengan kata kunci dari deskripsi pekerjaan. Maka, baca deskripsi lowongan yang kamu temukan di TitikLoker dan gunakan kata kunci yang sama persis di CV-mu, misalnya nama keahlian, tools, atau sertifikasi. Semakin mirip istilahmu dengan deskripsi pekerjaan, semakin tinggi skor lamaranmu di mata sistem.

Menurut Jobscan, salah satu penyedia alat analisis CV berbasis ATS, CV yang tidak teroptimasi bisa langsung tersingkir sebelum dibaca HRD. Hindari template dengan kolom ganda, tabel, gambar, atau ikon yang tidak bisa dibaca mesin, dan gunakan format satu kolom dengan heading standar seperti "Pengalaman Kerja" dan "Pendidikan".

Lamar di Waktu yang Tepat

Lamaran yang masuk di awal masa posting cenderung lebih diperhatikan karena lowongan masih terbuka lebar. Semakin lama lowongan diposting, semakin banyak pesaing dan semakin besar kemungkinan posisi sudah terisi. Pantau lowongan baru di TitikLoker secara rutin dan lamar segera saat lowongan cocok muncul. Jadikan ini rutinitas harian: 15 sampai 30 menit setiap pagi untuk memantau lowongan baru.

Subjek dan Isi Email Lamaran

  • Subjek jelas, contoh: "Lamaran Posisi Data Analyst - Nama Lengkap".
  • Body email 3 sampai 5 kalimat: perkenalan, posisi yang dilamar, dan ajakan membaca CV terlampir.
  • Lampirkan file dengan nama yang profesional.
  • Periksa alamat email pengirim, jangan pakai alamat yang tidak profesional.

Tonjolkan yang Paling Relevan di Atas

HRD membaca CV secara diagonal. Letakkan pengalaman dan keahlian yang paling relevan dengan posisi di bagian atas, bukan informasi yang umum. Satu kalimat ringkasan yang kuat di awal CV sangat membantu, karena itu yang terbaca pertama kali baik oleh manusia maupun sistem.

Manfaatkan Koneksi dan Referensi

Lamaran yang direkomendasikan karyawan internal punya peluang dilihat jauh lebih besar. Jangan ragu memberi tahu kenalan yang bekerja di perusahaan incaranmu, dan tetap sopan saat meminta bantuan mereka. LinkedIn bisa membantu menemukan koneksi di perusahaan target, dan praktik rekrutmen terkini banyak dibahas di LinkedIn Talent Blog.

Tanya Dulu: Apakah Lowongan Masih Aktif?

Jika lowongan sudah diposting lebih dari 2 minggu, ada kemungkinan posisi sudah terisi atau proses seleksi sudah jauh. Jangan ragu mengirim pertanyaan singkat via kontak yang tersedia, atau cari tanda-tanda lowongan diperbarui. Melamar ke lowongan yang sudah tutup adalah buang-buang waktu.

Evaluasi: Kenapa Lamaranmu Tidak Dibalas?

Jika setelah 20 sampai 30 lamaran tidak ada satu pun panggilan interview, berhenti sejenak dan evaluasi. Minta teman atau mentor membaca CV-mu, bandingkan dengan contoh CV yang sukses, dan periksa apakah kamu melamar posisi yang memang sesuai dengan membandingkan kualifikasimu terhadap deskripsi lowongan serupa di TitikLoker. Terkadang masalahnya bukan di CV, tapi di pilihan posisi yang tidak realistis dengan profilmu. Perbaiki, lalu lanjutkan.

Jadikan proses mencari lowongan sebagai rutinitas dan jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Setiap lamaran adalah pengalaman belajar yang membuat lamaran berikutnya lebih baik.

Artikel terkait